Minggu, 14 Maret 2010

KALIMAT DEDUKSI

A. Secara Langsung
• Semua monyet adalah berbulu.

Sebagian yang berbulu adalah monyet.

• Tidak satupun gitar adalah biola.

Tidak satupun biola adalah gitar.

• Semua rumput adalah berwarna hijau.

Tidak satupun rumput adalah tidak berwarna hijau.


B. Secara Tidak Langsung
• Kategorial

Semua kapal laut adalah berlayar dilaut.

Ferry adalah kapal laut.

Jadi, Ferry berlayar dilaut.

• Hipotesa

Jika Balon ditiup akan membesar.

Balon ditiup.

Jika balon tidak ditiup balon tidak membesar.

Balon tidak membesar jika tidak ditiup.

• Alternatif

Selamet adalah seorang gitaris atau bassis.

Selamet seorang gitaris.

Jadi, Selamet bukan seorang bassis.

• Entimen

Semua orang gila adalah gila.

Rudi adalah orang gila.

Jadi rudi orang gila.

Rudi seorang yang gila karena Rudi orang gila.

Senin, 01 Maret 2010

PENALARAN INDUKTIF

TUGAS KELOMPOK BAHASA INDONESIA
KELAS : 3 EA 04
1. DEDI CHANDRA
2. REDIAN DWI ANUGRAH
3. FARKHI FAHRURROZI
4. ZAINAL MUTTAQIN
5. SELAMET SUNARDI

DEFINISI PENALARAN INDUKTIF

Metode dalam menalar . Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu
1. Penalaran Metode induktif
2. Penalaran Metode deduktif deduktif.

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh:
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Sumber : http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penalaran&action=edit





MACAM-MACAM PENALARAN INDUKTIF

1.GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh :
Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah.

Tiga cara pengujian untuk menentukan generalisasi:
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?

2.ANALOGI
Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.
Contoh ;
Sartono sembuh dari pusing kepalanya karena minum obat ini.
Pengetahuan secara analogis adalah suau metode yang menjelaskan barang – barang yang tidak biasa dengan istilah - istilah yang di kenal ide – ide baru bisa di kenal atau dapat di terima apabila di hubungkan dengan hal – hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.

3.HUBUNGAN KAUSALITAS
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.

Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.


4.PERBANDINGAN

INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

SALAH NALAR
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.


Sumber : http://id.wikipedia.org

Minggu, 21 Februari 2010

PENALARAN dan ARGUMENTASI

JAKARTA .. Telah memecat Sammy beberapa hari lalu, Kerispatih kini menyatakan bakal setia menunggu Sammy keluar dari penjara dan menjalani rehabilitasi. Posisi vokalis baru pengganti Sammy pun hanya sementara.

"Vokalis baru hanya additional saja. Kalau Sammy sudah keluar, dia langsung balik ke Kerispatih. Atau kalau sudah ada Sammy, vokalis baru kita nanti akan dibuatkan album solo. Itu (vokalis additional) akan ada di kontrak," jelas manajer Kerispatih, Ingga, saat dikontak okezone, Kamis (11/2/2010).

Ingga berharap melalui pemberitaan di media, Sammy mengetahui soal posisi vokalis baru tersebut. Jika pun nanti Sammy yang terlanjur depresi karena dipecat Kerispatih menolak kembali, mereka siap.

"Kita sudah bilang ke Sammy soal posisi vokalis baru itu. Dan semoga lewat pemberitaan ini nanti mudah-mudahan sampai ke Sammy. Kalau Sammy tidak mau balik lagi ke Kerispatih, tidak apa-apa. Karena kita sama-sama cari uang. Itu kan kalau bisa. Kalau tidak bisa, ya kita lihat nanti," kata dia.

Sementara Sammy berurusan dengan hukum, posisi vokalis baru tidak akan seistimewa Sammy. Dari segi honor, pun beda.

"Karena dia hanya additional, pasti beda. Masalah sedetail apapun akan ada di kontrak. Intinya masalah itu (honor) bisa dinegosiasi. Kalau deadlock ya sudah, kita cari yang lain," ucap Ingga.
Bold : penalaran
Italic : argumentasi
Sumber : okezone.com


Bek Manchester United Nemanja Vidic dipastikan absen dalam laga babak 16 besar Liga Champions kontra AC Milan. Bek internasional Serbia masih menjalani masa pemulihan akibat cedera.

Rabu (17/2/2010) dini hari WIB, United akan bertandang ke markas Milan, San Siro. Pasukan Si Setan Merah, kecuali Vidic, terbang ke Italia pada Senin (15/2/2010) pagi waktu setempat. Sejak awal 2010, bek 28 tahun terpaksa absen merumput karena cedera urat saraf kaki yang cukup serius.

Ya, lini pertahanan United pastinya mengalami kepincangan. Untuk menambalnya, Sir Alex akan menempatkan Jonny Evans atau Wes Brown sebagai tandem Rio Ferdinand. Demikian seperti diansir ESPN, Senin (15/2/2010).

Selain Vidic, United juga meninggalkan gelandang asal Brasil Anderson dan gelandang veteran Ryan Giggs yang tengah dibekap cedera. Giggs mengalami patah tulang pada lengannya, saat menghadapi Aston Villa dalam laga Premier League, tengah pekan lalu.

Terlepas dari absennya sejumlah pemain andalan United, pertemuan klasik ini memang menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk Jose Mourinho. Menurut pelatih Inter Milan ini, kedua tim memiliki peluang sama besar untuk meraih kemenangan.
Bold : penalaran
Italic : argumentasi
Sumber : okezone.com


BANDUNG - Diman (26), seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mengaku memiliki jimat, diciduk jajaran Polsekta Kiaracondong. Meski begitu, saat dikejar aparat kepolisian, Diman sempat panik dan berlari hingga tubuhnya menabrak tembok.

Kapolsekta Kiaracondong AKP Sharly Sollu mengatakan, pelaku merupakan target operasi (TO) yang telah lama beraksi di wilayah Polsekta Kiaracondong.

"Meski saat dikejar dia menabrak tembok, tubuhnya sama sekali tidak terluka. Setelah diinterogasi, ternyata dia mengaku memasang jimat di tubuhnya," kata Sharly kepada wartawan di Mapolsekta Kiaracondong, Minggu (21/2/2010).

Diman bersama Aples rekannya, sengaja berangkat dari kampungnya di kawasan Jonggol, perbatasan Kabupaten Cianjur dengan Bogor ke Bandung untuk mencari sasaran. Setibanya di Bandung, mereka berkeliling hingga sampai di Jalan Babakan Sari I No 71D Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong.

Di sana, Diman dan Aples mencuri sebuah motor Mio, lalu melarikan diri ke Jonggol. “Para pelaku melarikan sebuah sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol D 6960 FF yang tengah diparkir di depan rumah. Pelaku mengambilnya dengan menggunakan kunci letter T,” jelas Sharly.

Diman tertangkap, namun Aples kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsekta Kiaracondong. “Selain Aples ada juga Ableh yang bertugas sebagai penadah barang curian yang masih buron. Dia juga merupakan buruan mulai dari Mabes Polri,” ungkap Sharly.
Bold : penalaran
Italic : argumentasi
sumber : okezone.com


DEPOK - Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok menentang keras adanya rancangan undang-undang (RUU) tentang nikah siri. Menurut FPI, menikah secara siri adalah sah dalam hukum Islam dan tidak perlu dipermasalahkan.

Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri mengatakan, anggota DPR seharusnya membuat aturan mengenai perzinahan dan pelacuran, sehingga tidak perlu mempersulit nikah siri. Habib Idrus memandang masalah ini dari kacamata hukum syariat Islam yang seharusnya tidak bermasalah jika nikah siri dilakukan berdasarkan keinginan bersama.

"Jelas saya enggak setuju DPR itu lucu. Kenapa yang seperti ini dibahas? Banyak yang berzina tapi tidak diatur dalam undang-undang, kalau mau sama mau kan enggak masalah," tegasnya kepada okezone, Minggu (21/02/10).

Habib Idrus juga mendesak DPR segera mencabut draft RUU tentang nikah siri tersebut. Apalagi, kata Idrus, pidana disusun dengan dalih melindungi perempuan. "Ini RUU yang mengada-ada, saya juga sangat keberatan dengan pidananya, kalau mau sama mau tidak perlu ada dalih melindungi perempuan," jelasnya.

Dalam Pasal 143 RUU tentang nikah siri menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melangsungkan perkawinan tidak dihadapan pencatat nikah, dipidana bervariasi mulai dari 6 bulan, hingga 3 tahun penjara dan denda mulai dari Rp6 juta hingga Rp12 juta. RUU nikah siri ini juga menyinggung masalah kawin mut'ah atau kawin kontrak

Bold : penalaran
Italic : argumentasi
Sumber : okezone.com


JAKARTA – Seratus sopir taksi dan bajaj yang mengatasnamakan Front Transportasi Indonesia mendatangi Kantor LSM Bendera di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta.
kedatangan kali ini, mereka mengecam tindakan PT Kereta Api (PT KA) yang melakukan tindakan kekerasan saat melakukan penertiban taksi dan bajaj di Stasiun Kereta Api Gambir pada 15 Februari 2010 lalu.

“Kami mengutuk PT KA dan aparat yang mengusir kami dengan kasar dan merusak kendaraan kami,” ujar Koordinator Aksi, Didi, dalam orasinya.

Pihaknya mensinyalir, PT KA telah melakukan bisnis ilegal dengan meraup keuntungan Rp7,7 juta per tahun. Dimana, mulai saat ini, hanya dua armada taksi yang diperbolehkan masuk Stasiun Gambir yakni Blue Bird dan Putra.

“Besok kami akan kembali aksi ke Departemen Perhubungan dan DPR untuk menyampaikan tuntutan kami,” tandasnya.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berjalan tertib dan dikawal sejumlah aparat kepolisian. Kendati demikian, aksi massa ini tidak mengakibatkan lalu lintas macet.
Bold : penalaran
Italic : argumentasi
Sumber : okezone.com

Kamis, 18 Februari 2010

UANG

Dari jaman dahulu masyarakat sudah mengetahui mengenai perdagangan, diawali dari perdagangan dengan cara barter dan sampai saat ini orang sudah mendapatkan alat bantu yang disebut uang dalam memudahkan pertukaran.

Uang yang dimiliki tiap negara berbeda-beda dan mempunyai nilai. Dengan memiliki nilai, maka dapat diukur perbandingan mata uang tiap-tiap negara.

Beberapa ahli mendefinisikan uang sebagai berikut:
Uang adalah sebagai alat tukar (A.C. Pigou), yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang (D.H. Robertson) dan pembelian jasa serta kekayaan berharga lainnya dan dapat digunakan untuk pembayaran utang (R.G. Thomas).

Secara umum uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui masyarakat sebagai alat perantara dalam kegiatan tukar menukar barang dan jasa, dan sebagai alat penghitung kekayaan.

Berdasarkan pengertian mengenai uang, maka kita dapat mengetahui syarat suatu benda dapat dijadikan uang, yaitu:

  1. dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)
  2. tidak mengalami perubahan dan tidak cepat rusak (durability)
  3. nilainya tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)
  4. praktik dan mudah dibawa kemana-mana (portability)
  5. mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  6. kualitasnya relatif sama (uniformity)
  7. jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity)

PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG

1. Permintaan Uang

Permintaan terhadap uang dapat diartikan sebagai penetapan nilai uang yang dapat diperoleh untuk mendapatkan sejumlah barang dan jasa..

apabila semua harga barang mengalami perubahan, maka dapat dikatakan nilai uang yang berubah.

Perubahan nilai uang dapat dijelaskan dengan menggunakan teori jumlah (teori kuantitas, Marshall) yaitu: adanya keseimbangan antara jumlah uang yang beredar dengan berbagai faktor yang ikut mempengaruhinya.
Faktor yang mempengaruhi meliputi:

  1. kecepatan peredaran uang kartal dan giral
  2. lamanya uang tersimpan
  3. jumlah pendapatan nasional.

2. Penawaran Uang

Penawaran atas uang dapat diartikan, jumlah semua uang yang beredar dalam satu sistem perekonomian. Jumlah uang yang beredar dapat dibedakan atas:

  • kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang kartal dan uang giral

kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang giral (rekening giro, kiriman uang, simpanan berjangka dan tabungan), uang kartal, uang kuasi.

Uang kuasi adalah sejenis uang yang salah satu fungsinya sebagai alat pembayaran sementara yang tertunda. Contoh: tabungan berjangka (time deposit) dan tabungan (saving deposit) pada lembaga keuangan bukan bank.

JUMLAH UANG YANG BEREDAR

Di dalam kehidupan masyarakat, jumlah uang yang beredar ditentukan oleh kebijakan dari bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang melalui kebijakan moneter. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar adalah:

  1. Kebijakan Bank Sentral berupa hak otonom dan kebijakan moneter (meliputi: politik diskonto, politik pasar terbuka, politik cash ratio, politik kredit selektif) dalam mencetak dan mengedarkan uang kartal..
  2. Bank umum dapat menciptakan uang giral melalui pembelian saham dan surat berharga.
  3. Tingkat pendapatan masyarakat
  4. Tingkat suku bunga bank

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka kita dapat melihat hal apa saja yang mempengaruhi permintaan uang, yaitu:

  1. besar kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
  2. cepat lambatnya laju peredaran uang
  3. motif memiliki uang tunai, J.M Keynes dalam teori liquidity preference: motif transaksi (transaction motive), motif berjaga-jaga (precautionary motive), motif spekulasi (speculative motive)

Bila ada hal yang mempengaruhi permintaan uang, berarti ada hal yang mempengaruhi penawaran uang juga, yaitu:

  1. tinggi rendahnya tingkat bunga
  2. tingkat pendapatan masyarakat
  3. jumlah penduduk
  4. keadaan letak geografis

sumber : google

Rabu, 25 November 2009

Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumen

Farkhi Fahrurrozi (10207447)
MATA KULIAH PERILAKU KONSUMEN

Tingkah laku membeli konsumen mengacu pada suatu tingkah laku membeli yang dilakukan oleh konsumen akhir yang membeli suatu produk untuk dikonsumsi. Hal tersebut dipengaruhi oleh karakteristik yang mempengaruhi tingkah laku konsumen tersebut. Seperti Budaya, Sub-budaya, Kelas sosial, dan Psikologi dari konsumen. Dimana Budaya yang merupakan suatu kumpulan nilai-nilai yang digunakan sebagai suatu dasar tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang dalam masyarakat. Sub-budaya merupakan sekelompok orang atau masyarakat yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman hidupnya. Kelas sosial adalah bagian masyarakat yang bersifat permanen dimana mereka memiliki minat dan tingkah laku yang serupa.
Hal ini dipengaruhi dengan faktor seperti kelompok, keluarga, peran dan status. Dan secara Psikologi, konsumen cenderung dipengaruhi dengan dorongan atau yang biasa disebut Motivasi. Keinginan konsumen dalam membeli mempengaruhi tingkah laku konsumen yang bertujuan untuk mencari cara yang lebih baik dalam mencapai tujuan mereka yaitu mendapatkan kepuasan da pemenuhan kebutuhan yang mereka inginkan. Pembentukan perilaku konsumen dalam membeli sesuatu merupakan usaha-usahanya dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Perilaku pembelian dapat dilakukan melalui beberapa cara dengan menggunakan beberapa metode, seperti metode introspeksi, metode retrospektif, metode prospektif, dan metode preskriptif.
Metode Introspektif merupakan metode yang digunakan konsumen melalui tindakan-tindakan diri sendiri sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku pembelian konsumen. Metode Retrospektif adalah usaha yang dilakukan untuk mengungkapkan tindakan yang telah dilakukan oleh pembeli terhadap pembelian produk tertentu, seperti menceritakan sikap atas pembelian yang telah dilakukan. Metode Prospektif yaitu tindakan yang akan dilakukan oleh calon pembeli jika ingin membeli sesuatu pada masa yang akan datang, biasanya digunakan oleh produsen untuk merencanakan atau merancangkan produk barunya. Sedangkan yang terakhir yaitu Metode Preskriptif, yaitu metode yang digunakan dengan menanyakan kepada pembeli, tindakan apa yang seharusnya paling baik dilakukan untuk membeli produk tertentu. Informasi dan metode yang digunakan ini diharapkan dapat membantu konsumen dalam memutuskan dan memecahkan masalah mereka dalam melakukan keputusan untuk membeli suatu produk yang mereka inginkan, karena berkaitan dengan tingkah laku, perilaku dan karakteristik pembeli atau konsumen dalam pemenuhan kebutuhan mereka akan suatu produk barang dan jasa yang lebih baik.








Sumber : google

Segmentasi

Farkhi Fahrurrozi (10207447)
MATA KULIAH PERILAKU KONSUMEN


Segmentasi Manfaat dari Suatu Produk


1. Segmentasi manfaat untuk travel
No Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1. Ekonomi
-harga Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
2. Fasilitas
-berbagai fasilitas Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup
3. Model
-bentuk travel menarik Keluarga besar
4. Varietas
- travel/pariwisata Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup
5. Nama Travel
-menarik minat konsumen Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup

2. Segmentasi Minuman Isotonik
No Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1. Ekonomi
-harga terjangkau Keluarga besar Pengguna berat Orientasi nilai otonom
2. Kesehatan
-penambah stamina Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup
3. Rasa
-beraneka rasa Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup
4. Bentuk
-menarik Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup
5. Varietas
-bermacam merk Keluarga besar Pengguna berat Gaya hidup

3. Segmentasi manfaat minyak parfum laki-laki
No Segmen manfaat Demografis Perilaku Psikografis
1. Merk
-menarik konsumen Laki-laki Pecinta merk Style
2. Ekonomi
-harga terjangkau Laki-laki Pengguna berat Orientasi nilai otonom
3. Aroma
-berbagai aroma Laki-laki Pengguna berat Style
4. Bentuk
-berbagai bentuk Laki-laki Pengguna berat Style
5. Kesehatan
-kosmetik Laki-laki Pengguna berat Style

Pengaruh Motivasi terhadap Perilaku Konsumen

Farkhi Fahrurrozi (10207447)
MATA KULIAH PERILAKU KONSUMEN

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri seseorang yang mengarahkan orang tersebut untuk mencari cara dalam mencapai tujuannya. Dalam diri seseorang pasti memiliki suatu keinginan dan kebutuhan akan sesuatu yang mereka inginkan, keinginan dan kebutuhan tersebut akan memberikan dorongan dan motivasi didalam diri seseorang. Dorongan tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.teori motivasi yang sering digunakan adalah teori kebutuhan Maslow, yaitu usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi yang bertingkat-tingkat(yaitu kebutuhan fisik, keamanan, sosialisasi, penghargaan, dan jati diri). Pemenuhan kebutuhan ini dilakukan dari tingkatan terbawah naik ketingkatan yang diatasnya.
Motivasi juga berpengaruh pada tingkah laku konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Seperti keputusan konsumen yang lebih memberatkan pembelian suatu barang atau jasa pada suatu merk dengan sifat produk seperti harga yang mahal, dengan harga yang mahal maka konsumen akan jarang membeli produk tersebut, dan hal ini mencerminkan jati diri seorang konsumen. Ada pula tingkah laku konsumen yang dipengaruhi oleh motivasinya mengurangi ketidakcocokan dalam membeli sesuatu, pada saat konsumen amat sangat terlibat dalam pembelian barang yang mahal, sehingga jarang membeli barang tersebut, namun mereka masih melihat sedikit perbedaan diantara merk-merk yang lainnya.
Dalam hal ini perbedaan dianggap bukan masalah yang besar, karena respon paling besar lebih sering terjadi pada barang-barang dengan harga yang murah dan juga dengan kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Motivasi yang mempengaruhi tingkah laku membeli konsumen sebagai kebiasaan, keterlibatan konsumen dipengaruhi dengan harga yang murah, barang tersebut relative sering dibeli, konsumen tidak perlu mencari informasi yang sulit mengenai merk, karena mereka akan memilih merk yang sudah mereka kenal sebelumnya. Motivasi yang mempengaruhi tingkah laku konsumen dalam variasi, konsumen sering berganti merk, sehingga perbedaan merk dianggap berarti.
Proses keputusan membeli oleh konsumen dipengaruhi oleh motivasi dalam diri mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Yaitu dengan megenali kebutuhan, mencari informasi suatu barang, dan lain sebagainnya. Oleh karena itu, motivasi sangat berpengaruh penting dan kuat dalam diri seseorang untuk membantu mereka membuat suatu keputusan membeli suatu barang dalam pemenuhan kebutuhan- kebutuhan mereka para konsumen.
sumber : google